Langkah Himawan Arief Sugoto Terhadap Masa Depan Perumnas

Langkah Himawan Arief Sugoto Terhadap Masa Depan Perumnas

Himawan Arief Sugoto – Perumnas yang merupakan perum yang mengembangkan permukiman dan perumahan untuk masyarakat ini, pernah mengalami pasang surut dan hingga kehilangan kepercayaan dari masyarakat di Indonesia. Banyak yang menilai jika Perumnas kehilangan arah, namun, setelah Direktur Utamanya diganti, secara perlahan Perumnas kembali ke jalurnya. Di bawah kepemimpinan Himawan Arief Sugoto, Perumnas ingin dijadikan seperti Bulog yang dapat didorong menjadi stabilisator harga sehingga dapat menjadi pionir untuk membuka kawasan baru.

Strategi Himawan Arief Sugoto

Himawan Arief Sugoto memanfaatkan potensi land bank yang besar karena tidak ada pengembang dengan land bank besar dengan jumlah lebih dari 2.000 ha di seluruh Indonesia. Perumnas juga memanfaatkan hubungan yang baik antara BUMN, instansi yang lainnya serta pemerintah daerah sehingga beberapa daerah dengan letak yang strategis, dapat langsung dikembangkan dan dibangun untuk menjadi perumahan yang layak huni untuk masyarakat.

Perumnas juga membangun business repositioning untuk menetapkan kembali visi misi dari Perumnas serta didukung oleh strategi objektif sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain memberdayakan SDM, organisasi, management, kualitas produk, product delivery standar, Perumnas juga mengedepankan public communication sehingga dapat bersosialisasi dengan baik terkait dengan program yang dilakukan.

Langkah lainnya yang dilakukan oleh Himawan Arief Sugoto untuk membangkitkan Perumnas pada masa kepemimpinannya dan mengembalikan Perumnas ke jalan yang benar, yaitu:

• Financial restructuting untuk memperbesar kapasitas baik kemampuan dalam bidang financials koperasi dan project managing dan disertai dengan business plan yang baik. Strategi dengan project approach dilakukan untuk melakukan project managing dan memperbaiki revenue sehingga project akan semakin bagus dan mitra lain mau bekerja sama dengan Perumnas termasuk instansi yang memiliki sumber pendanaan. Dengan cara tersebut, rasio keuangan akan menjadi semakin baik dan kapasitas Perumnas juga membaik.
• Corporate culture development yang terus dibangun. Walaupun Perumnas mempunyai PSO atau public service obligation namun juga memerlukan stakeholder atau pemegang saham.
• One stop shopping concept untuk pemasaran protek misalnya pengembang swasta.
• Menetapkan target fokus pada masyarakat kelas menengah ke bawah walaupun tetap membangun di area yang komersil untuk kemungkinan masyarakat membeli hunian di area tersebut.

Leave a Reply